last updated: Tuesday, 02/09/2008
Tujuan Festival Seni Tari Kasih Semesta 2008: Mempopulerkan semangat cinta alam, mengembangkan pesona keindahan manusia. Mensosialisasikan konsep “Dunia Satu Keluarga” meruntuhkan tembok pemisah antar manusia.

last updated: Saturday, 19/01/2008
Begitu juga dengan pola makan sehari hari. Mereka mulai meninggalkan pola makan daging hewan. Karena ternyata pola makan yang mereka lakukan selama ini dapat menyebabkan banyak penyakit seperti ...

 
last updated : Sunday, December 14 - 2008

last updated : Wednesday, October 29 - 2008

 
AYO! KALAU BERANI
Last Update : Friday, 30/07/2010
Sumber : Unknown

Masa Dinasti Chin, disebuah desa yang terpencil, hidup seorang gadis kecil yang bernama Yang Siang. Ayahnya bernama Yang Feng adalah seorang petani miskin, ibunya meninggal dunia saat melahirkan Yang Siang, dengan demikian sejak kecil Yang Siang menjalani kehidupan yang susah bersama ayahnya.
     
bercocokTanam
Yang Siang seorang anak yang sangat berbakti, cerdas dan cekatan dalam membantu ayahnya. Melihat ayahnya yang makin hari makin lemah karena usia yang tua, maka Yang Siang selain setiap hari membereskan pekerjaan rumah tangga, juga membantu ayahnya dalam bercocok tanam, seringkali menggantikan ayahnya mengerjakan pekerjaan yang berat disawah ladang.
     
Ayah dan anak mulai bekerja saat matahari terbit dan barulah kembali ke rumah waktu matahari terbenam dibalik gunung.
     
Pada  suatu hari, saat umurnya sekitar 14 tahun, waktu itu Yang Siang dan ayahnya sedang sibuk bekerja diladang, mendadak terdengar suara auman yang keras sekali…., mereka begitu terkejut mendengarnya, belum selesai terguncang oleh suara auman itu, tiba-tiba saja dari semak-semak belukar melompat keluar seekor harimau yang sangat besar dan menerjang maju menuju ayah Yang Siang….
 Sang ayah yang terguncang ketakutan ditambah usia yang sudah tua dan letih bekerja seharian, tanpa bisa menghindar diterkam harimau lapar itu lalu terkapar ditanah, dicengkram dan ditindih oleh kaki depan harimau.
     
Yang Siang yang begitu mendengar auman keras, segera pula berpaling melihat ke arah suara itu, seketika itu pula, sudah melihat sang raja hutan menerkam dan mencengkram ayahnya dan… dalam waktu singkat kelihatannya harimau itu sudah menggigit ayahnya, hendak dibawa kebalik gunung untuk dijadikan santapannya.
     
Dalam keadaan yang amat genting, sang gadis kecil langsung tergerak hatinya untuk menyelamatkan ayah yang begitu disayangi dan entah dari mana datangnya keberanian yang mengalahkan ketakutannya, tidak terpikirkan dirinya yang masih seorang gadis kecil dan juga tidak terpikir bisa dimakan harimau,… maka tiba-tiba pula Yang Siang yang tanpa senjata apapun, hanya dengan kedua tangan kosong yang kecil dan tanpa keraguan sedikit pun… maju mengejar dan menerjang ke arah harimau dengan beraninya…, segera saja Yang Siang menduduki punggung harimau.
harimau
     
ladang
Dengan tangan kanannya, Yang Siang berusaha menekuk leher harimau dan tangan kirinya menarik-narik dan memelintir kuping harimau dengan sekuat tenaganya, yang sekonjong-konjong begitu besar…, kemudian sesudah tangan kirinya mencegkram dan terus menarik-narik kuping harimau dengan kuatnya, sambil itu tangan kanan lalu melepaskan tekukan pada leher harimau dan langsung dengan kepalan kecilnya memukul-mukul kepala harimau sekeras-kerasnya……..
     
Sambil berteriak dengan sekeras-kerasnya, “Harimau jahat, ayo lepaskan ayah…,lepaskan…, kalau tidak, saya bersumpah selamanya tidak turun dari punggungmu, dengar tidak!,  cepat lepaskan……….!”
     
Mendapat serangan Yang Siang yang bertubi-tubi, harimau malahan bertambah ganas dan mengaum dengan kencangnya, sambil berusaha mencoba melemparkan Yang Siang dari badannya…, tapi si gadis kecil yang sudah berusaha begitu berani tanpa takut sedikit pun, juga malahan bertambah nekad dan tidak kalah kalapnya mencengkram sambil menarik-narik kuping harimau lebih kuat lagi, dan tangan satunya bertambah keras dan bertubi-tubi memukul kepala harimau dengan kepalannya……
 
Sang harimau kelaparan yang mulanya begitu ganas, begitu kaget juga mendapatkan perlawanan dan serangan dari Yang Siang, juga karena merasakan kesakitan yang sangat pada kupingnya yang ditarik dan kepalanya yang dipukuli terus-menerus, maka akhirnya Sang raja hutan itu pun melepaskan tindihan dan cengkraman kakinya pada ayah Yang Siang sehingga ayahnya selamat tergeletak ditanah.
     
Begitu melihat ayahnya dilepaskan harimau maka Yang Siang pun berhenti memukul dan turun dari badan harimau dan seketika harimau lari menuju ke dalam hutan… 
     
Demikianlah si gadis kecil berhasil menyelamatkan ayah dan dirinya sediri dari serangan harimau ganas…, hal mana yang tidak terpikirkan dan terbayang sama sekali.
     
Betapa tidak masuk akal bahwa seorang gadis kecil yang belasan tahun bisa begitu berani menyerang harimau yang begitu ditakuti oleh seorang lelaki yang gagah dan berani sekalipun….
     
Ini tidak lain karena rasa bakti yang begitu lulus dan kasih sayang yang begitu besarnya, sehingga memberikan suatu tekad kekuatan yang tidak terbayang sebelumnya. Dan sangat mungkin menggugah para Malaikat secara diam-diam memberikan bantuan dan perlindungannya, karena bakti adalah hal yang terluhur dari segala kebajikan yang ada di dunia ini…!
ayahAnak