last updated: Thursday, 26/08/2010
Karena tergesa-gesa ingin menyelesaikan urusannya maka sang ayah bergegas menyeberangi sungai yang biasanya tenang dan dangkal, tetapi saat itu tak disangka air meningi dan arusnya mengalir dengan kencangnya, meski demikian....

last updated: Friday, 20/08/2010
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

 
last updated : Sunday, December 14 - 2008

last updated : Wednesday, October 29 - 2008

 
KUNJUNGAN PANTI ASUHAN KHUSUS BALITA
Last Update : Sunday, 16/12/2007
Sumber : KASIH LESTARI

Kehidupan adalah perjalanan hidup yang harus ditempuh setiap orang. Dalam setiap langkah kehidupan dihiasi oleh lika-liku, suka-duka dan ada kalanya berakhir bahagia atau malah sebaliknya. Alangkah tragis dan kejamnya sebuah kehidupan. Berbahagialah orang yang bisa menghargai dan mencintai sebuah kehidupan.

Dalam kehidupan sekarang ini, didalam sebuah lingkup keluarga, dikatakan bahagia apabila kebutuhan terpenuhi baik sandang, pangan dan papan artinya bahwa hidup yang layak serba berkecukupan. Di isi lain kebahagian sebuah keluarga adalah jika didalam keluarga memiliki si “buah hati” artinya adalah adanya anak di dalam sebuah keluarga.

 

Bagi orang tua anak adalah segala-galanya. Anak merupakan sebuah harapan dan masa depan bagi kedua orang tua. Tidak peduli walaupun didalam sebuah keluarga yang miskin sekalipun tetap orang tua akan memberikan yang terbaik buat anak-anaknya bahkan diri pun tidak dipikirkan lagi asalkan kebutuhan anak bisa terpenuhi.

 

Tetapi sekarang kenyataan itu jauh dari apa yang dibayangkan. Anak menjadi merupakan sumber masalah dan beban bagi orang tua hingga akhirnya mereka ditelantarkan dan kurang mendapatkan kasih sayang. Bahkan saat ia lahirpun adakalanya tidak menginginkan kehadirannya datang kedunia ini, akhirnya mereka di buang ataupun dititipkan di sebuah yayasan atau panti yang bisa mengurus mereka hingga mereka dewasa. Ada juga yang merupakan korban kekerasan yang akibatnya mereka di buang dan tidak di inginkan oleh kedua orang tuanya. Inilah tragisnya dunia sekarang ini. Masih adakah tempat buat mereka para “Bayi” ini berlindung?

     

Tanggal 15 Desember 2007 yang lalu, tim kasih lestari yang beranggotakan sekitar 13 orang termasuk didalamnya para mahasiswa, berkunjung ke tempat yang bernama Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa yang beralamat di Jl. Bina Marga No.79 Cipayung Jakarta Timur. Panti Asuhan Balita ini didirikan pada tahun 1985 tetapi mulai aktif pada tahun 1986 yang merupakan milik pemerintah Jakarta. 

 

Panti Asuhan Balita ini di dipimpin oleh Dra. Marwianti yang membawahi beberapa bagian serta pegawai sekitar 13 orang (pegawai tetap) dan 23 orang mereka adalah premi artinya mereka di gaji oleh pihak panti dikarenakan surat keterangan (kepegawainan) mereka belum keluar atau belum diberikan oleh pemerintah. Panti ini menampung hampir sekitar kurang lebih 70 anak termasuk balita didalamnya. Mulai dari umur 0 – 4 Bln sekitar 9 orang, 4Bln – 1,5 th sekitar 14 orang, 1,5 th – 5 th sekitar 37 orang.

    

Mereka yang agak besar diberikan pendidikan mulai dari tingkat TK yang berjumlah sekitar 8 orang dan sebagian lagi ada yang playgroup. Selain itu mereka yang sudah berumur 5 th keatas mereka akan di sekolahkan ke tingkat SD, untuk yang pria akan ditempatkan di Klender dan untuk yang wanita akan ditempakan di Ceger Cipayung Jakarta Timur.

 

Tim Kasih Lestari dalam perjalanan ke Panti Asuhan Balita yang didalamnya juga beranggotakan para mahasiswa juga memberikan bingkisan berupa susu, makanan bayi dan juga perlengkapan bayi yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi dan anak-anak disana. Dan juga penyerahan tanda terima dari Tim Kasih Lestari dan pengurus panti.

 

     

 

Dalam kunjungan tersebut, tim kasih kasih lestari sempat mewawancari salah satu pengurus panti tersebut, beliau adalah Ibu Sekar bekerja selama 35 tahun selalu bagian pembinaan anak sekolah. Didalam panti tersebut terdapat ruang medis yang merawat anak-anak serta bayi bila mereka sakit. Ada kalanya ada beberapa dokter dari rumah sakit terdekat bahkan puskesmas juga ikut datang membantu untuk memeriksa kesehatan mereka secara berkala. Mengenai bantuan yang diberikan pemerintah pun juga sangat minim jadi kebanyakan adalah para donatur dan sukarelawan yang terpanggil untuk membantu meringankan beban operasional panti tersebut.

     

Para balita ini kebanyakan mereka berasal dari luar, misalnya dari keluarga yang tidak mampu dan mereka akhirnya tinggal dipanti hingga mereka dewasa. Kasus lainnya adalah dari perkawinan diluar nikah dan mereka tidak menginginkannya dan akhirnya dimasukkan kedalam panti ini, ada juga yang peristiwa korban kekerasan dan masih banyak lagi. Walaupun mereka (anak-anak maupun balita) mereka juga membutuhkan kasih sayang dari kita sebagai mana layaknya kita sebagai orang tua dimata mereka.

     

Mereka juga mendapatkan segala sesuatu yang cukup dan mereka adalah sama dengan anak-anak atau bayi pada umumnya. Mereka juga sangat lucu dan cantik bahkan cerdik dan pintar. Semua ini adalah berkat didikkan dari pihak panti. Panti ini juga banyak dikunjungi tidak hanya dari wilayah Jakarta bahkan sampai diluar wilayah Jakarta seperti Bandung dan lain sebagainya. Bahkan berita ini pun sempat disebarkan melalui media internet.

      

Alhasil, panti ini banyak dikunjungi oleh orang luar dan banyak diantara mereka yang ingin mengadopsinya. Tetapi sesuai dengan ketentuan serta peraturan yang ditetapkan oleh pihak panti. Ini membuktikan mereka juga adalah sama dengan anak-anak atau bayi  bayi pada umumnya. Yang membedakan sebenarnya adalah kita sebagai manusia memandang suatu keadaan dengan sebelah mata. Karena itu buanglah semua perbedaan dari dalam diri kita. Inilah kesamarataan jiwa manusia sebagai mahkluk ciptaan-Nya yang berbudi dan bercinta kasih.