Ingin menenangkan hati, pikiran, kilesa dan suka-cita yang bebas leluasa serta ingin merasakan kedamaian hati, hanya ada satu cara yang sangat alami yaitu bersatu dengan Alam. Kembali kepada alam “Back to Nature “.
Menikmati keindahan alam baik di taman, danau, gunung dan lain sebagainya membuat hati kita terasa damai, rilek dan semangat baru pun datang dengan sendirinya. Inilah kekuatan yang luar biasa dari alam semesta dibumi ini.
Alam begitu indah, senantiasa memberikan hawa kesejukan, kedamaian bagi siapa saja tanpa mengharapkan pamrih dari manusia. Begitu besar kasih alam untuk kita yang telah diberikan kepada kita. Tanpa kita sadari kita telah merusaknya, membuatnya tidak indah seperti dulu lagi? Sadarkah bahwa alam merupakan bagian dari kehidupan kita yang sebenarnya. Mengasihi alam, mengasihi langit-bumi berarti mengasihi diri sendiri dan mengasihi Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini.
Pada tanggal 13 Mei 2007 sebuah organisasi cinta alam, INLA (The International Nature Loving Association) Indonesia, mengadakan kegiatan rekreasi dialam terbuka di Sentul City, Bogor dengan tema “Mengasihi, Melindungi dan Memuliakan Kehidupan-Back To Nature”. Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk mengajak kita semua agar mencintai alam kita dibumi ini. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 1000 orang mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua bahkan ada yang datang dari luar negeri - Australia.
Acara pertama dimulai dengan kata-kata sambutan oleh ketua panitia dan para tamu undangan serta sedikit penjelasan mengenai organisasi INLA tentang misi dan visi dari INLA tersebut. Selanjutnya menyanyi bersama-sama lagu “Hymne INLA”, dilanjutkan dengan kegiatan senam pagi bersama yang dipandu oleh pemuda-pemudi remaja dari tim Tarian Kasih Semesta - Jakarta.
Setelah itu diisi dengan penampilan tarian kasih dari tim wakil Jakarta disusul dengan penampilan solo yang membawakan sebuah lagu “Hidup Dalam Semesta Nan Bahagia” yang dibawakan dengan sukacita.

Acara berikutnya yaitu lomba tertawa. Lomba tertawa ini menimbulkan banyak tawa dari para penonton karena para pesertanya pun menampilkan tawa yang sangat lucu. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang dan pemenangnya ditentukan dari banyaknya tepuk tangan penonton. Para orang tua pun tidak mau ketinggalan mengikuti lomba tertawa ini. Selanjutnya yaitu penampilan yel-yel dari masing-masing kelompok yang terdiri dari 13 kelompok.
Penampilan dari masing-masing kelompok sungguh unik dan sangat bersemangat sekali. Setiap kelompok mempunyai nama masing-masing misalnya pinus, air, labu, keledai, bayam, dan lain-lain. Penampilan yel-yel ini dinilai oleh 3 orang juri dari panitia. Dan yang ternyata memenangkan lomba yel-yel ini adalah peringkat pertama oleh kelompok labu, disusul kelompok pinus sebagai peringkat kedua dan kelompok air sebagai peringkat ketiga.
Acara puncaknya diisi dengan berbagai macam permainan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Ada permainan jalan berantai yang melatih kekompakan kelompok, lomba makan pisang, perahu karam, tarik tambang masing masing kelompok, dari kelompok wanita, anak-anak dan tak ketinggalan pula para panitia INLA.
Setelah permainan selesai, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan foto bersama. Semua peserta mengkuti lomba dengan sukacita, walaupun merasa capek dan kelelahan namun hal itu tidak menjadi kendala bagi semua peserta. Semuanya dilakukan dengan penuh semangat dan kerjasama baik dari panitia INLA dan para paraeserta yang ada pada acara tersebut.

Begitu banyak yang telah alam berikan untuk kita semua. Alam tidak pernah menuntut, meminta serta balasan atau imbalan dari kita. Alam senantiasa melakukannya tanpa pamrih, memberi dan terus memberi tanpa mengharapkan apapun juga. Marilah kita bersama-sama menjaga, menyayangi, mengasihi dan melestarikan alam demi kepentingan kita serta generasi yang akan datang. Janganlah menghancurkan dan merusak alam hanya karena nafsu, keinginan dan keegoisan kita. Orang yang selalu menyayangi segalanya adalah orang yang penuh berkah, inilah prilaku Sang Pengasih.