last updated: Thursday, 26/08/2010
Karena tergesa-gesa ingin menyelesaikan urusannya maka sang ayah bergegas menyeberangi sungai yang biasanya tenang dan dangkal, tetapi saat itu tak disangka air meningi dan arusnya mengalir dengan kencangnya, meski demikian....

last updated: Friday, 20/08/2010
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

 
last updated : Sunday, December 14 - 2008

last updated : Wednesday, October 29 - 2008

 
KEGIATAN SOSIAL MEMBERSIHKAN TAMAN MAKAM PAHLAWAN - KALIBATA
Last Update : Friday, 18/05/2007
Sumber : TIM KASIH LESTARI

                                                  

Menjunjung tinggi nilai dan etika budaya bangsa merupakan wujud dari patriotisme kita sebagai bangsa yang mempunyai adat-istiadat serta sopan santun, inilah yang dinamakan peduli akan bangsa dan Negara di tanah air tercinta ini, Bangsa Indonesia.

 

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada tanggal 13 Mei yang lalu, WALUBI (Wadah Perwakilan Umat Buddha Indonesia) yang beranggotakan seluruh majelis umat Buddha di Indonesia mengelar aksi dan kegiatan membersihkan Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan.

 

Taman makam pahlawan ini didirikan pada tahun 1953 dan diresmikan pada tahun 1954 tepatnya pada tanggal 10 November tepat pada Hari Pahlawan. Total seluruh makam pahlawan hingga sekarang ini adalah sebanyak 8369 makam pahlawan yang telah gugur mendahului kita.

 

Aksi dan kegiatan ini dilakukan sebelum memperingati hari Tri Suci Waisak 2551 yang sudah merupakan tradisi dan agenda Walubi setiap tahunnya mengadakan aksi dan kegiatan ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan yang dihadiri kurang lebih 700 orang partisipan Walubi.

 

Sebelum memulai aksi pembersihan taman makam pahlawan, diawali dengan pembukaan oleh para Bhikku dan Dewan Sangha di iringi dengan doa kepada para pahlawan yang telah banyak berjasa bagi bangsa dan negera Indonesia hingga kita bisa ada seperti sekarang ini, Negara yang aman, tentram dan makmur.

 

 

    

Setelah doa selesai, seluruh partisipan Walubi segera menuju tempat untuk mengambil peralatan membersihkan seluruh makam pahlawan yang terdiri dari sapu, tempat sampah, cat untuk mengecat topi para almarhum serta tabur bunga di masing-masing makam pahlawan. Walaupun udara agak terasa panas, namun bukan menjadi kendala dan masalah bagi partisipan Walubi untuk tetap bersemangat menyapu, mengecat sampai menabur bunga disetiap masing-masing makam pahlawan.

 

    

 

Sungguh merupakan sebab jodoh bisa membersihkan makan para pahlawan bangsa yang telah banyak berjasa bagi kita semua, khususnya bangsa dan negara Indonesia.

 

    

 

 

Semoga bangsa ini akan menjadi bangsa dan negara yang rukun, damai, makmur dan sejahtera. Serta menjadi bangsa dan negara yang berhati nurani, berjuang menjunjung setiap kehidupan dan seluruh alam semesta. Membangun masyarakat dan dunia yang harmonis dengan alam semesta, menuju masyarakat, bangsa dan Negara yang damai sentosa.

 

 

 “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung…Cinta tanah air, cinta bangsa, cinta Negara, cinta Bangsa Indonesia …

Berjayalah tanah airku … Indonesia…